http://www.lmsify.com/849D3A

Asuransi Tolak Bayar Biaya Rumah Sakit Dul

Ahmad Dhani mengaku terkejut di tengah-tengah kondisi Dul yang sudah membaik. Keterkejutan Dhani menyangkut biaya berobat Dul yang tak di-cover oleh asuransi.


"Menjelang kepulangan Dul ini cukup mengagetkan juga, asuransi tidak mau membayar cover rumah sakit karena menurut mereka ini pelanggaran hukum," ungkap Dhani ditemui di RSPI, Jakarta Selatan, Rabu (25/9/2013).

"Untungya kemarin beberapa sumbangan dari teman-teman bisa meng-cover biaya rumah sakit yang biayanya setengah miliar," lanjut Dhani menerangkan.

Karena hal itu, Dhani mengaku cukup kecewa. Bahkan Dhani berencana memperkarakan asuransi tersebut.

"Saya cukup kecewa, dengan asuransi yang tidak mau membayar, kita sudah mengajukan apabila mereka tidak memberikan bukti Dul bersalah dengan ketetapan hukum tetap, kami akan melakukan aksi hukum karena ingkar janji," katanya.



(kmb/mmu)


Sumber :http://hot.detik.com/read/2013/09/25/134535/2368975/230/asuransi-tolak-bayar-biaya-rumah-sakit-dul-dhani-ancam-tempuh-jalur-hukum?991104topnews

Hati-Hati Gan Jangan Ganti-Ganti Pacar...Ini Loh Efek Buruknya


Berganti-ganti pacar biasanya dilakukan dengan alasan untuk mencari yang terbaik. Tetapi jika Anda merasa tidak bisa hidup tanpa pasangan sehingga setelah putus langsung menjalin hubungan kembali dan itu terjadi terus-menerus, bisa menjadi berbahaya.

Setiap orang tentu ingin menemukan pasangan yang terbaik untuk masa depan. Tetapi, bukan dengan menjadi “serial dater”. Menjalin hubungan hanya karena merasa tidak tahan dengan status lajang, justru bisa membawa kekecewaan lebih dalam. Ketahui bahaya ganti-ganti pacar, yang dilansir dari associatedcontent.com, agar Anda bisa menghindarinya.

Kekecewaan berulang
Seorang yang sering gonta-ganti pacar cenderung menghabiskan sebagian besar hidup mereka dalam kekecewaan. Itu karena mereka mengandalkan orang lain untuk mendapat kebahagiaan.

Mungkin terdengar klise, tetapi sumber kebahagiaan berasal dari diri sendiri. Melihat pasangan sebagai sumber kebahagiaan hanya akan menimbulkan rasa sakit karena apa yang mereka lakukan tak akan pernah terasa cukup.

Ketidakmandirian

Seorang “serial dater” segera mencari pacar baru setelah putus bisa jadi karena ia selalu mengandalkan orang lain dalam banyak hal. Seperti untuk menjemputnya, menemaninya berbelanja dan banyak hal. Hal ini justru membuat dirinya makin terjebak dalam ketidakmandirian.

Menghabiskan waktu

Menjalin hubungan untuk menghindari kesendirian mungkin tampak seperti solusi yang pas. Tetapi bagi “serial dater” justru banyak waktu yang terbuang karena menjalin hubungan yang buntu. Padahal bisa saja ada kemungkinan untuk mendapatkan pasangan yang pas. Namun, karena mereka sedang menjalin hubungan yang tidak jelas, kesempatan pun pergi begitu saja.


Sumber :http://www.serupedia.com/2013/09/efek-buruk-ganti-ganti-pacar.html

Pria ini Temukan Pujaan Hati Setelah Berhasil Turunkan Bobot 292 Kg

Paul Mason (52) pernah dijuluki sebagai pria paling gemuk sedunia karena berbobot 444 kilogram. Namun operasi bypass lambung yang dijalani telah mengurangi bobotnya hingga 292 kg. Apa kabarnya kini? Setelah sekian lama mencari cinta, kini Paul menemukan pujaan hatinya.

                 

Perempuan yang kini selalu mendominasi benaknya itu dikenalnya melalui dunia maya. Rebecca Mountain, demikian nama perempuan itu, berhubungan dengan Paul melalui Facebook. Kontak mulai dijalin setelah perempuan itu melihat film dokumenter tentang operasi yang dijalani Paul di televisi.

Rebecca yang berusia 40 tahun itu tinggal di Amerika, alias berada ribuan mil dari Inggris, tempat Paul tinggal saat ini. Keduanya juga belum pernah bertemu secara langsung. Akan tetapi Paul merasa kisah kasihnya merupakan sesuatu yang nyata.

Cinta membuat Paul berbunga-bunga, dan saat ini dia merasa hari-harinya begitu indah. "Kami menjadi teman dekat, dan sekarang kami adalah sepasang kekasih," ujar Paul sambil memperlihatkan foto sang pujaan hati.

Apa sih yang membuat Paul begitu tergila-gila pada Rebecca? "Kepribadiannya, hasrat dan gairahnya, dan dia juga memiliki senyum yang indah sehingga membuat saya jatuh cinta," kata Paul sambil menyebut dirinya sangat ingin bertemu langsung dengan Rebecca.

Rebecca, yang berasal dari Orange, Massachusetts, menghubungi Paul bulan lalu dan menawarkan untuk membantunya menemukan seorang ahli bedah untuk menghilangkan kulitnya yang menggelambir. Maklum akibat penurunan berat badan dalam jumlah besar membuat kulit berlebih tampak di mana-mana.

"Saya sedikit berhati-hati untuk memulai dengannya, tetapi segera setelah saya bertemu dengannya di Skype saya merasa nyaman," ucap Paul.

Mereka lantas mengobrol berjam-jam hingga muncullah benih-benih asmara di hati Paul. Sayang sekali, meskipun sangat ingin menemui sang pujaan hati di AS, Paul harus menahan diri. Sebab dia tidak dapat melakukan perjalanan ke Amerika Serikat karena masalah kesehatan terkait obesitas.

Tetapi Paul cukup senang mendengar janji Rebecca yang berencana untuk mengunjunginya di Inggris. Bahkan Paul tidak sabar bisa menghabiskan sisa hidupnya bersama dengan perempuan yang menjalankan bisnis mainan untuk hewan peliharaan itu.

"Saya tidak bisa memikirkan orang lain selain dia," kata Paul.

Sebelumnya, dalam wawancara dengan tabloid Inggris, Sun, Paul mengaku dirinya malu karena disebut sebagai pria paling gemuk di dunia. Itulah salah satu yang membuat pria yang bekerja sebagai tukang pos ini berniat mengurangi berat badan. NHS (National Health Service) Inggris sukses membuat mimpi Paul terwujud dengan memberinya operasi bypass lambung. Namun NHS menolak memberi pembiayaan untuk menyingkirkan kulitnya yang menggelambir.

Dulu, berat badan Paul terus menggelembung hingga 444,5 kg karena dia menghabiskan 34 kg makanan dan cokelat setiap hari. Dia juga mengonsumsi 140.000 kalori per minggu. Namun setelah menjalani operasi bypass lambung, kini ia hanya makan sekali dalam sehari.

(vit/mer)


Sumber :http://health.detik.com/read/2013/09/25/144949/2369119/763/berhasil-turunkan-bobot-292-kg-mantan-pria-tergemuk-temukan-pujaan-hati?l992205755

Saat Bangun Tidur Jangan Buru-buru Bangkit, Ini Alasannya

Jakarta, Apa yang Anda lakukan sesaat setelah mata terbuka kala bangun tidur? Sebaiknya jangan buru-buru bangkit dari tempat tidur. Biarkan mata Anda terbuka seutuhnya dan tetap berbaringlah untuk beberapa saat. Sebab kebiasaan sepele ini baik untuk sistem peredaran darah.

"Cara untuk menghindari postural hipotensi ini, bangun tidur jangan langsung duduk atau berdiri, apalagi berjalan. Buka mata dulu, baru duduk. Setelah merasa seimbang dan aliran darah lancar, baru berdiri dan jalan," jelas dokter spesialis jantung, Dr dr Muhammad Yamin, SpJP(K), FIHA, FACC, FSCAI, dalam perbincangan dengan Health .

Postural hipotensi adalah penurunan tekanan darah yang terjadi secara tiba-tiba, yakni saat mengubah posisi dengan cepat dari berbaring atau duduk ke posisi berdiri. Umumnya kondisi ini terjadi pada lansia, terjadi pula pada mereka yang mengalami mekanisme fisiologis terlambat, dan pada pasien yang sedang menjalani pengobatan dengan obat antihipertensi.


"Memang benar ada perubahan tekanan darah yang menyertai perubahan posisi tidur itu. Secara garis besar, ini disebabkan tensi atau tekanan darah yang turun," sambung dr Yamin.


Ketika tidur, tekanan darah seseorang merata ke seluruh tubuh dan bahkan ke otak. Nah, waktu bangun dan langsung berdiri, konsentrasi darah akan turun ke kaki secara mendadak. Kondisi ini menyebabkan refleks sistem saraf atau saraf pengendalian refleks menjadi terganggu.


"Ini yang menyebabkan orang mengalami sinkope, yaitu ketidakseimbangan sampai rasanya hampir pingsan. Sebabnya ya karena suplai darah ke otak terganggu," terang dr Yamin.


 
Menurut dia, tidak semua orang mengalami hal ini. "Yang biasa mengalami postural hipotensi biasanya yang punya penyakit tertentu seperti sakit kencing manis terlalu lama, orang-orang tua. Atau yang punya kondisi kesehatan tertentu, misalnya memang dari awal tekanan darah atau tensinya rendah," papar dr Yamin.

Penjelasan dr Yamin tersebut mengomentari beredarnya pesan yang tersebar di masyarakat melalui sejumlah media. Isi pesan tersebut adalah sebagai berikut:


Dari Dokter Ahli Syaraf.

Para ahli sering berpesan:Setiap orang hrs memperhatikan 3 x ½ menit.

Kenapa demikian ? 3 x ½ menit

adalah sesuatu yg cuma²,tetapi akan banyak mengurangi angka kematian secara tiba² !

Sering kali terjadi seseorang siangnya masih sehat walafiat,

tetapi malamnya meninggal.

Tdk jarang kita mendengar cerita orang, kemarin saya masih ngobrol dgn dia,

kenapa tiba² dia meninggal ?

Penyebabnya adalah ketika bangun malam utk ke kamar mandi sering dilakukan secara terlalu cepat.

Begitu berdiri, otak kekurangan darah.

Mengapa perlu "3x ½ Menit" ?

Karena pola ECG (Electro Cardiogram) seseorang normal pada siang hari, tetapi
bangun tengah malam untuk melaksana kan hajat tiba² gambar ECG itu dpt beda.

Karena dgn tiba² bangun, otak akan menjadi anaemic, dan mengalami gagal jantung karena kekurangan darah.


Dianjurkan oleh para ahli utk menjalan kah "3 kali ½ menit", yakni:


1. Bila terbangun jgn langsung turun dari tempat tidur, tetapi berbaringlah selama ½ mnt


2. Duduk di tempat tidur selama ½ mnt


3. Turunkan kaki, duduk di tepi ranjang selama ½ menit.


Selewat 3 x ½ menit yg dilakukan tanpa harus membayar sesen pun, otak tdk akan anaemic, dan jantung tdk akan mengalami kegagalan, mengurangi kemungkinan jatuh dan meninggal ketika bangun tengah malam.


Pernah setelah membaca tulisan ini, seorang usia lanjut menangis menyesali kenapa tdk mengetahui hal ini jauh2 hari.


Dua tahun lalu dia bangun tengah malam utk buang air kecil, di kamar mandi tiba² terasa dunia berputar dan jatuh, akibatnya dia sekarang mengalami kelumpuhan dan tdk bisa meninggalkan tempat tidur, tulang punggungnya mengalami cedera, kalau saja dia mengetahui hal ini sebelumnya, tentu tdk harus menderita selama ini. Qiyamullail sngt di anjurkan..


Share ke org2 yg kita kasihi utk menghindari hal2 yg tdk diinginkan



Sumber :http://www.kaskus.co.id/thread/523e58eb0d8b466f66000000/saat-bangun-tidur-jangan-buru-buru-bangkit-ini-alasannya/

Wow! Orang Indonesia Pembeli iPhone 5S Pertama di Dunia

Wow! Orang Indonesia Pembeli iPhone 5S Pertama di Dunia




Sydney
- Tak sia-sia perjuangan seorang Jimmy Gunawan mengantre iPhone 5S. Berkat kesabarannya, dia menjadi orang pertama di dunia yang memiliki smartphone terbaru Apple tersebut.

Berada di antrean terdepan Apple Store George St di Sydney, Australia semalaman, Jimmy sukses melenggang ke dalam toko. Tak hanya satu unit iPhone 5S dibelinya, melainkan dua unit yang ditebusnya 2.000 dolar Australia.


Menilik dari namanya, Jimmy kemungkinan besar adalah orang Indonesia. Apalagi dikatakan pria 33 tahun ini, satu iPhone yang dibelinya akan diberikan sebagai hadiah untuk sang ibunda yang berada di Indonesia. Termasuk saat ditelusuri detikINET lebih jauh, Jimmy tertulis berasal dari Bandung pada salah satu wall di jejaring sosial.


"Saya akan mengirimkannya untuk ibu saya pada perayaan Tahun Baru China yang akan datang. Saya mengantre sejak jam 12 siang kemarin, tapi saya tidak keberatan," ujarnya sumringah seperti dilansir The Daily Telegraph, Jumat (20/9/2013).

Gadget terbaru keluaran Apple memang selalu dinantikan oleh para fans setianya. Setiap kali perusahaan asal Cupertino, California, AS ini akan melempar produk terbaru ke pasar, terutama iPhone terbaru, para fans di seluruh dunia rela mengantre demi menjadi yang pertama memilikinya.


Seperti diketahui, pekan lalu Apple baru saja memperkenalkan dua iPhone terbarunya. Selain iPhone 5S, Apple juga merilis iPhone 5C yang berwarna-warni.



Sumber :http://www.kaskus.co.id/thread/523bc6ce1e0bc3d33d000004/wow-orang-indonesia-pembeli-iphone-5s-pertama-di-dunia/

[HOT] DI TEMUKANNYA INJIL ASLI DI TURKI (asli berarti injilnya nabi Isa As. gan)

.. Maha Suci Allah.. 

 Bismillahir-Rah maanir-Rahim ... Belum lama ini, pemerintah Turki mengumumkan tentang penemuan Kitab Injil Asli Barnabas, salah satu murid pertama Yesus (Isa Almasih).
Hal yang tentu saja mengejutkan banyak pihak, termasuk kubu Vatikan itu sendiri.Sebagaimana diberitakan oleh DailyMail, basijpress dan NationalTurk, bahwa Injil Barnabas asli tersebut ditemukan pada tahun 2000 lalu di Turki, namun ditutupi oleh pemerintah Turki selama lebih dari 12 tahun, dan baru sekarang di beberkan ke publik.Lembaran-lembaran kulit hewan itu ditulis dengan huruf Syriac dengan dialek bahasa Aram, bahasa yang sama seperti bahasa yang umum dipakai pada masa Yesus Isa Almasih.

 
 Pemerintah Turki menyakini bahwa kitab kulit hewan tersebut adalah Injil Barnabas orisinal.Hal yang menarik dari Kitab Injil Barnabas Asli asal Turki tersebut menyatakan bahwa YESUS TIDAK PERNAH DI SALIB, dan terdapatnya ayat-ayat yang menyatakan bahwa Islam adalah agama yang benar serta pengakuan tentang kehadiran Nabi Akhir Jaman, Muhammmad SAW.

Pengakuan itu terdapat pada bab 41 dari Kitab Barnabas yang ditemukan di Turki tersebut. Berikut ini terjemahannya :"Allah telah menyembunyikan diriNya sebagai Malaikat Agung Michael berlari mereka (Adam dan Hawa) dari surga, (dan) ketika Adam berbalik, ia melihat bahwa di atas pintu gerbang ke surga tertulis "La Ela ELA Allah, Mohamad Rasul Allah"Kitab yang masih menjadi perdebatan tersebut disebutkan kini disimpan di Justice Palace, Ankara, Turki dengan pengawalan ketat polisi bersenjata lengkap dan keamanan maksimum.


Pihak Iran lewat Basij Press menyatakan bahwa apa yang tertulis di kitab Barnabas asli tersebut adalah bukti tentang kebenaran Islam, yang walau begitu ditanggapi oleh sinis dari berbagai pihak.


Bahkan pihak Kristen lewat berbagai jamaatnya menyatakan bahwa Kitab Barnabas tersebut diragukan keotentikannya.

Namun walau begitu pihak Vatikan lebih arif dengan menyatakan telah mengajukan permohonan resmi ke pemerintah Turki untuk membaca dan menganalisa keaslian kitab kontroversial itu.

Para agamawan menyatakan bahwa jika Alkitab Barnabas tersebut terbukti asli, maka akan mengakibatkan rusaknya kredibilitas Gereja, dan akan menimbulkan revolusi agama Nasrani besar-besaran di seluruh Dunia.Tentu saja penemuan ini cukup menarik, sama menariknya dengan penemuan dan fakta sejarah bahwa Benua Amerika pertama kali di temukan oleh para pelaut tangguh Islam ^_^


Wallahu a'lam bish-shawab ...

Semoga kita dapat mengambil pengetahuan yang bermanfaat dan bernilai ibadah ....

Wabillahi Taufik Wal Hidayah, ...


Salam Terkasih ..

Dari Sahabat Untuk Sahabat ...

... Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci ...



Sumber :http://www.kaskus.co.id/thread/5125cb460a75b46e70000003/hot-di-temukannya-injil-asli-di-turki-asli-berarti-injilnya-nabi-isa-as-gan/

Sambungan nnyagann MENIT-MENIT MENJELANG LEPASNYA TIMOR-TIMUR DARI NKRI


Pagi 30 Agustus 1999. Saya keliling Dili ke tempat-tempat pemungutan suara. Di tiap TPS, para pemilih antri berjajar. Saya bisa berdiri dekat dengan antrean-antrean itu. Para ‘pemantau’ tak berani mendekat karena diusir polisi UNAMET.

Karena dekat, saya bisa melihat dan mendengar bule-bule Australia yang sepertinya sedang mengatur barisan padahal sedang kampanya kasar. Kebetulan mereka bisa bahasa Indonesia: “Ingat, pilih kemerdekaan ya!” teriak seorang cewek bule kepada sekelompok orang tua yang sedang antre. Bule-bule yang lain juga melakukan hal yang sama.


 
Sejenak saya heran dengan kelakuan mereka. Yang sering mengampanyekan kejujuran, hak menentukan nasib sendiri. Munafik, pikir saya. Mereka cukup tak tahu malu.

Setelah memantau 4-5 TPS saya segera mencari tempat untuk menulis. Saya harus kirim laporan. Setelah mengirim laporan. Saya manfaat waktu untuk rileks, mencari tempat yang nyaman, melonggarkan otot. Toh kerja hari itu sudah selesai.


Sampailah saya di pantai agak ke Timur, di mana patung Bunda Maria berdiri menghadap laut, seperti sedang mendaulat ombak samudra. Patung itu bediri di puncak bukit. Sangat besar. Dikelilingi taman dan bangunan indah. Untuk mencapai patung itu, anda akan melewati trap tembok yang cukup landai dan lebar. Sangat nyaman untuk jalan berombongan sekali pun. Sepanjang trap didindingi bukit yang dilapisi batu pualam. Di setiap kira jarak 10 meter, di dinding terpajang relief dari tembaga tentang Yesus, Bunda Maria, murid-murid Yesus, dengan ukiran yang sangat bermutu tinggi. Indah. Sangat indah.


Patung dan semua fasilitasnya ini dibangun pemerintah Indonesia. Pasti dengan biaya sangat mahal. Ya, itulah biaya politik.


Tak terasa hari mulai redup. Saya harus pulang. Besok pengumuman hasil jajak pendapat.


Selepas magrib, 30 September 1999. Kembali saya menunaikan kewajiban yang diperintahkan oleh kebiasaan buruk: merokok sambil minum kopi di lobi penginapan. Kali ini, Laffae mendahului saya. Dia sudah duluan mengepulkan baris demi baris asap dari hidung dan mulutnya. Kami ngobrol lagi.


Tapi kali ini saya tidak leluasa. Karena banyak tamu yang menemui Laffae, kebanyakan pentolan-pentolan milisi pro-integrasi. Ditambah penginapan kian sesak. Beberapa pemantau nginap di situ. Ada juga polisi UNAMET perwakilan dari Pakistan.


Ada seorang perempuan keluar kamar, melihat dengan pandangan ‘meminta’ ke arah saya dan Laffae. Kami tidak mengerti maksudnya. Baru tau setelah lelaki pendampingnya bilang dia tak kuat asap rokok. Laffae lantas bilang ke orang itu kenapa dia jadi pemantau kalau tak kuat asap rokok. Kami berdua terus melanjutkan kewajiban dengan racun itu. Beberapa menit kemudian cewek itu pingsan dan dibawa ke klinik terdekat.


Saya masuk kamar lebih cepat. Tidur.


Pagi, 4 September 1999. Pengumuman hasil jajak pendapat di hotel Turismo Dili. Bagi saya, hasilnya sangat mengagetkan: 344.508 suara untuk kemerdekaan, 94.388 untuk integrasi, atau 78,5persen berbanding 21,5persen.


Ketua panitia mengumumkan hasil ini dengan penuh senyum, seakan baru dapat rezeki nomplok. Tak banyak tanya jawab setelah itu. Saya pun segera berlari mencari tempat untuk menulis laporan. Setelah selesai, saya balik ke penginapan.


Di lobi, Laffae sedang menonton teve yang menyiarkan hasil jajak pendapat. Sendirian. Saat saya mendekat, wajahnya berurai air mata. “Tidak mungkin. Ini tidak mungkin. Mereka curang..” katanya tersedu. Dia merangkul saya. Lelaki pejuang, tegar, matang ini mendadak luluh. Saya tak punya kata apapun untuk menghiburnya. Lagi pula, mata saya saya malah berkaca-kaca, terharu membayangkan apa yang dirasakan lelaki ini. Perjuangan keras sepanjang hidupnya berakhir dengan kekalahan.


Saya hanya bisa diam. Dan Laffae pun nampaknya tak mau kesedihannya terlihat orang lain. Setelah beberapa jenak ia berhasil bersikap normal.


“Kota Dili ini akan kosong..” katanya. Pelan tapi dalam. “Setelah kosong, UNAMET mau apa.”


Telepon berbunyi, dari Prabandari Tempo. Dia memberi tahu semua wartawan Indonesia segera dievakuasi pakai pesawat militer Hercules, karena akan ada penyisiran terhadap semua wartawan Indonesia. Saya diminta segera ke bandara saat itu juga. Kalau tidak, militer tidak bertanggung jawab. Semua wartawan Indonesia sudah berkumpul di bandara, tinggal saya. Hanya butuh lima menit bagi saya untuk memutuskan tidak ikut. “Saya bertahan, nDari. Tinggalkan saja saya.”


Laffae menguping pembicaraan. Dia menimpali: “Kenapa wartawan kesini kalau ada kejadian malah lari?” katanya. Saya kira lebih benar dia mikirnya.


Saya lantas keluar, melakukan berbagai wawancara, menghadiri konferensi pers, kebanyakan tentang kemarahan atas kecurangan UNAMET. “Anggota Mahidi saja ada 50 ribu; belum Gardapaksi, belum BMP, belum Halilintar, belum masyarakat yang tak ikut organisasi,” kata Nemecio Lopez, komandan milisi Mahidi.


Kembali ke penginapan sore, Laffae sedang menghadapi tamu 4-5 orang pentolan pro-integrasi. Dia menengok ke arah saya: “Kafil! Mari sini,” mengajak saya bergabung.


“Sebentar!” saya bersemangat. Saya tak boleh lewatkan ini. Setelah menyimpan barang-barang di kamar, mandi kilat. Saya bergabung. Di situ saya hanya mendengarkan. Ya, hanya mendengarkan.


“Paling-paling kita bisa siapkan seribuan orang,” kata ketua Armindo Soares, saya bertemu dengannya berkali-kali selama peliputan.


“Saya perlu lima ribu,” kata Laffae.


“Ya, lima ribu baru cukup untuk mengguncangkan kota Dili,” katanya, sambil menengok ke arah saya.


“Kita akan usahakan,” kata Armindo.


Saya belum bisa menangkap jelas pembicaraan mereka ketika seorang kawan memberitahu ada konferensi pers di kediaman Gubernur Abilio Soares. Saya segera siap-siap berangkat ke sana. Sekitar jam 7 malam, saya sampai di rumah Gubernur. Rupanya ada perjamuan. Cukup banyak tamu. Soares berbicara kepada wartawan tentang penolakannya terhadap hasil jajak pendapat karena berbagai kecurangan yang tidak bisa dimaklumi.


Setelah ikut makan enak, saya pulang ke penginapan sekitar jam 8:30 malam. Sudah rindu bersantai dengan Laffae sambil ditemani nikotin dan kafein. Tapi Laffae tidak ada. Anehnya, penginapan jadi agak sepi. Para pemantau sudah check-out, juga polisi-polisi UNAMET dari Pakistan itu. Tak banyak yang bisa dilakukan kecuali tidur.


Tanggal 5 September pagi, sekitar jam 09:00, saya keluar penginapan. Kota Dili jauh lebi lengang. Hanya terlihat kendaran-kendaraan UNAMET melintas di jalan. Tak ada lagi kendaraan umum. Tapi saya harus keluar. Apa boleh buat – jalan kaki. Makin jauh berjalan makin sepi, tapi tembakan nyaris terdengar dari segala arah. Sesiang ini, Dili sudah mencekam.


Tidak ada warung atau toko buka. Perut sudah menagih keras. Apa boleh buat saya berjalan menuju hotel Turismo, hanya di hotel besar ada makanan. Tapi segera setelah itu saya kembali ke penginapan. Tidak banyak yang bisa dikerjakan hari itu.


Selepas magrib 5 Setember 1999. Saya sendirian di penginapan. Lapar. Tidak ada makanan. Dili sudah seratus persen mencekam. Bunyi tembakan tak henti-henti. Terdorong rasa lapar yang sangat, saya keluar penginapan.


Selain mencekam. Gelap pula. Hanya di tempat-tempat tertentu lampu menyala. Baru kira-kira 20 meter berjalan, gelegar tembakan dari arah kanan. Berhenti. Jalan lagi. Tembakan lagi dari arah kiri. Tiap berhenti ada tarikan dua arah dari dalam diri: kembali atau terus. Entah kenapa, saya selalu memilih terus, karena untuk balik sudah terlanjur jauh. Saya berjalan sendirian; dalam gelap; ditaburi bunyi tembakan. Hati dipenuhi adonan tiga unsur: lapar, takut, dan perjuangan menundukkan rasa takut. Lagi pula, saya tak tau ke arah mana saya berjalan. Kepalang basah, pokoknya jalan terus.


Sekitar jam 11 malam, tanpa disengaja, kaki sampai di pelabuhan Dili. Lumayan terang oleh lampu pelabuhan. Segera rasa takut hilang karena di sana banyak sekali orang. Mereka duduk, bergeletak di atas aspal atau tanah pelabuhan. Rupanya, mereka hendak mengungsi via kapal laut.


Banyak di antara mereka yang sedang makan nasi bungkus bersama. Dalam suasa begini, malu dan segan saya buang ke tengah laut. Saya minta makan! “Ikut makan ya?” kata saya kepada serombongan keluarga yang sedang makan bersama. “Silahkan bang!.. silahkan!..” si bapak tampak senang. Tunggu apa lagi, segera saya ambil nasinya, sambar ikannya. Cepat sekali saya makan. Kenyang sudah, sehingga ada tenaga untuk kurang ajar lebih jauh: sekalian minta rokok ke bapak itu. Dikasih juga.


Sekitar jam 3 malam saya berhasil kembali ke penginapan.


Pagi menjelang siang, tanggal 6 September 1999. Saya hanya duduk di lobi penginapan karena tidak ada kendaraan. Tidak ada warung dan toko yang buka. Yang ada hanya tembakan tak henti-henti. Dili tak berpenghuni – kecuali para petugas UNAMET. Nyaris semua penduduk Dili mengungsi, sebagian via kapal, sebagian via darat ke Atambua. Orang-orang pro-kemerdekaan berlarian diserang kaum pro-integrasi. Markas dan sekretariat dibakar. Darah tumpah lagi entah untuk keberapa kalinya.


Sekarang, saya jadi teringat kata-kata Laffae sehabis menyaksikan pengumuman hasil jajak pedapat kemarin: “Dili ini akan kosong..”


Saya pun teringat kata-kata dia: “Saya perlu lima ribu orang untuk mengguncang kota Dili..” Ya, sekarang saya berkesimpulan ini aksi dia. Aksi pejuang pro-integrasi yang merasa kehilangan masa depan. Ya, hanya saya yang tahu siapa tokoh utama aksi bumi hangus ini, sementara teve-teve hanya memberitakan penyerangan mililis pro-integrasi terhadap kaum pro-kemerdekaan.


Tentu, orang-orang pro-integrasi pun mengungsi. Laffae dan pasukannya ingin semua orang Timtim bernasib sama: kalau ada satu pihak yang tak mendapat tempat di bumi Loro Sae, maka semua orang timtim harus keluar dari sana. Itu pernah diucapkannya kepada saya.


**

Sore, 7 Novembe3, 1999, saya mendarat di Jakarta.

Penduduk Timtim mengungsi ke Atambua, NTT. Sungguh tidak mudah mereka mengungsi. Polisi UNAMET berusaha mencegah setiap bentuk pengungsian ke luar Dili. Namun hanya sedikit yang bisa mereka tahan di Dili.


Di kamp-kamp pengungsian Atambua, keadaan sungguh memiriskan hati. Orang-orang tua duduk mecakung; anak-anak muda gelisah ditelikung rasa takut; sebagian digerayangi rasa marah dan dendam; anak-anak diliputi kecemasan. Mereka adalah yang memilih hidup bersama Indonesia. Dan pilihan itu mengharuskan mereka terpisah dari keluarga.


Pemerintah negara yang mereka pilih sebagai tumpuan hidup, jauh dari menyantuni mereka. Kaum milisi pro-integrasi dikejar-kejar tuntutan hukum atas ‘kejahatan terhadap kemanusiaan’, dan Indonesia, boro-boro membela mereka, malah ikut mengejar-ngejar orang Timtim yang memilih merah putih itu. Eurico Guterres dan Abilio Soares diadili dan dihukum di negara yang dicintai dan dibelanya.


Jendral-jendral yang dulu menikmati kekuasaan di Timtim, sekarang pada sembunyi. Tak ada yang punya cukup nyali untuk bersikap tegas, misalnya: “Kami melindungi rakyat Timtim yang memilih bergabung dengan Indonesia.” Padahal, mereka yang selalu mengajarkan berkorban untuk negara; menjadi tumbal untuk kehormatan pertiwi, dengan nyawa sekalipun.


Sementara itu, para pengungsi ditelantarkan. Tak ada solidaritas kebangsaan yang ditunjukkan pemerintah dan militer Indonesia.


Inilah tragedi kemanusiaan. Melihat begini, jargon-jargon negara-negara Barat, media asing, tentang ‘self determination’, tak lebih dari sekedar ironi pahit. Sikap negara-negara Barat dan para aktifis kemanusiaan internasional yang merasa memperjuangkan rakyat Timtim jadi terlihat absurd. Sebab waktu telah membuktikan bahwa yang mereka perjuangkan tak lebih tak kurang adalah sumberdaya alam Timtim, terutama minyak bumi, yang kini mereka hisap habis-habisan.


Pernah Laffae menelepon saya dari Jakarta, kira-kira 3 bulan setelah malapetaka itu. Ketika itu saya tinggal di Bandung. Dia bilang ingin ketemu saya dan akan datang ke Bandung. Saya sangat senang. Tapi dia tak pernah datang..saya tidak tahu sebabnya. Mudah-mudahan dia baik-baik saja.


***


12 tahun beralu sudah. Apa kabar bailout IMF yang 43 milyar dolar itu? Sampai detik ini, uang itu entah di mana. Ada beberapa percik dicairkan tahun 1999-2000, tak sampai seperempatnya. Dan tidak menolong apa-apa. Yang terbukti bukan mencairkan dana yang dijanjikan, tapi meminta pemerintah Indonesia supaya mencabut subsidi BBM, subsidi pangan, subsidi listrik, yang membuat rakyat Indonesia tambah miskin dan sengsara. Anehnya, semua sarannya itu diturut oleh pemerintah rendah diri bin inlander ini.


Yang paling dibutuhkan adalah menutupi defisit anggaran. Untuk itulah dana pinjaman [bukan bantuan] diperlukan. Namun IMF mengatasi defisit angaran dengan akal bulus: mencabut semua subsidi untuk kebutuhan rakyat sehingga defisit tertutupi, sehingga duit dia tetap utuh. Perkara rakyat ngamuk dan makin sengsara, peduli amat.


Melengkapi akal bulusnya itu IMF meminta pemerintah Indonesia menswastakan semua perusahaan negara, seperti Bank Niaga, BCA, Telkom, Indosat.


Pernah IMF mengeluarkan dana cadangan sebesar 9 milyar dolar. Tapi, seperti dikeluhkan Menteri Ekonomi Kwik Kian Gie ketika itu, seperak pun dana itu tidak bisa dipakai karena hanya berfungsi sebagai pengaman. Apa bedanya dengan dana fiktif?


Lagi pula, kenapa ketika itu pemerintah Indonesia seperti tak punya cadangan otak, yang paling sederhana sekalipun. Kenapa mau melepas Timtim dengan imbalan utang? Bukankan semestinya kompensasi? Adakah di dunia ini orang yang hartanya di beli dengan utang? Nih saya bayar barangmu. Barangmu saya ambil, tapi kau harus tetap mengembalikan uang itu. Bukankah ini sama persis dengan memberi gratis? Dan dalam kasus ini, yang dikasih adalah negara? Ya , Indonesia memberi negara kepada IMF secara cuma-cuma.


Sumber :http://www.kaskus.co.id/thread/51e64d4f3ecb17656f00000a/menit-menit-menjelang-lepasnya-timor-timur-dari-nkri/